About Ayuni Adesty

Suka baca, lagi belajar nulis, narsis dan suka nguis :)

Cerpen pertama di Media (Majalah Hai, April 2012) – Angel Eyes

Cerpen Mbak Dheavannea niiih …

ordinarydhea's Blog

ANGEL EYES

Dheavannea

 Image

Pada kecepatan 90km/jam di jalan bebas hambatan, Rhino mulai merasakan suara gesekan ban dan aspal yang muncul di sela-sela lagu Lonely Boysnya The Black Keys. Rhino mulai bersenandung sambil membayangkan Clara, anak kelas 11D, cewek incerannya.

oh oh oh oh, I got a love that keeps me waiting

I’m a lonely boy, I’m a lonely boy

 

            Rhino yakin, minggu depan dia bukan Lonely boy lagi. Dia akan menjadi Rhino pacar Clara. Apalagi semenjak papa memberikan Mazda2 sebulan yang lalu. Siapa yang sanggup menolak pesona Rhino? Anak bungsu pemilik jaringan distro terkenal seluruh Indonesia, ketua kelas 11C yang terkenal tampan, pinter, dan baik hati. Tepatnya, royal. Pasti Clara malah merasa beruntung. Seperti sepuluh mantan kekasihnya.  

            Rhino perlahan menyadari sesuatu. Rhino mencengkeram setir seraya menggeram dalam hati. Kenapa bego banget ya gue hari ini?Clara yang mengacaukan konsentrasiku. Clara…

View original post 1,302 more words

SUMPAH CINTA 28 OKTOBER

Dimuat di Majalah STORY edisi 38

Dimuat di Majalah STORY edisi 38

SUMPAH CINTA 28 OKTOBER

*Ayuni Adesty

 

Kata Tante Titi Puspa, jatuh cinta itu berjuta rasanya. Kayak dapet duit jutaan rupiah kali ya? Seperti yang sedang dialami sama Rolan. Rolan kasak-kusuk gak karuan. Dia naksir berat sama Akhwa, tapi gak tau gimana cara deketinnya. Masalahnya Akhwa itu cuek banget orangnya. Tomboy pula. Tapi yang bikin Rolan klepek-klepek adalah senyum Akhwa yang sweet  banget. Ada lesung pipi di pipi sebelah kananya. Akhwa adalah adik kelas Rolan. Sejak pertemuan pertama saat MOS, Rolan sudah jatuh hati pada senyum manis itu.

Sore itu Rolan curhat ke Irwan tentang perasaannya ke Akhwa. Dan seperti seorang motivator profesional. Irwan meyakinkan sahabatnya itu untuk mengutarakan perasaannya dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.  

“Yaelah, hari gini masih pake surat cinta? Tembak langsung!” ujar Irwan.

“Mana berani, kalo ditolak?” sahut Rolan.

“Itulah perjuangan! Kayak dulu para pemuda Indonesia memperjuangkan suaranya lewat sumpah pemuda,” Irwan menyahut asal. “Lo tau gak, dulu para pemuda Indonesia mengerahkan seluruh daya dan kekuatannya demi mempersatukan Indonesia, nah lo juga kudu memperjuangkan cinta lo!”

“Widiiih!! Bahasa lo udah kayak orator aja. Jadi gue harus bikin sumpah cinta? Gimana kalu sumpah cinta gue tanggalnya barengan aja sama sama hari sumpah pemuda? Jadi gue gampang ngingetnya. Tanggal 28 Oktober!” jawab Rolan menanggapi.

“Jangan kalah sama para pemuda negeri kita tempo dulu.

mereka, semuanya diperuntukkan bagi Indonesia. Soal tanggal sih terserah lo. Tapi lebih cepat lebih baik.

Teeet! Teeet! Bel sekolah berbunyi. Jam istirahat telah tiba. Para murid berhamburan dari dalam kelas menuju kantin sekolah. Sejak tadi Rolan sudah stand by di luar kelas Akhwa. Misinya untuk memproklamirkan perasaannya kepada Akhwa akan dilaksanakan hari ini. Tapi Rolan belum punya keberanian sebesar para pejuang kemerdekaan. Berkat dorongan Irwan, akhirnya Rolan nekat, dia mengirimkan surat cinta buat Akhwa. Di ambang pintu kelas, Rolan melihat sosok manis Akhwa. Ia berjalan mendekat ke arah gadis pemilik lesung pipi itu. Rolan mengulurkan tangan kanannya sambil memegang sebuah amplop. Amplopnya putih polos, tak ada nama pengirim atau alamat tujuan. Juga tak ada perangko di sudut kanan atasnya.

Jangan ditanya bagaimana perasaan Rolan waktu itu. Kalau digambarkan dengan kata-kata rasannya sedang begerilnya. Atau rasanya sedang berada menyamar di sarang musuh. Takut-takut ada yang mengetahui penyamarannya dan dieksekusi. Ya, kira-kira gitu deh!

“Apaan ini, Kak?” tanya Akhwa.

“Ntar baca sendiri aja,” jawab Rolan singakat lalu membalikkan badan dan berlalu.

“Cie … cie … yang dapat surat cinta! Apa isinya?” Refa, teman sebangku Akhwa menggodanya.

“Apaan sih, jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan! Siapa tahu ini cuma surat ijin. Terus Kak Rolan nitip ke gue.”

“Masak sih? Kak Rolan kan naksir lo. Itu pasti surat cinta!”

“Udah, ah. Mending langsung ke kantin aja. Gue udah laper nih!”

Akhwa menyelipkan amplop itu ke saku roknya. Dan dengan semangat 45 ia dan Refa menyusul teman-teman yang lain ke kantin sekolah. Pelajaran Matematika dari Pak Ahmad selain menguras otak mereka, juga memberikan efek laper.

***

Rolan resah dan gelisah, pasalnya malam harinya setelah Rolan memberikan surat cintanya, belum ada tanggapan dari Akhwa.

“Masak Akhwa belum baca surat gue sih? Apa gue telepon aja ya? ” Rolan sibuk ngomong sendiri. Tangannya memegang hape, sudah bolak-balik dia membuka kontak Akhwa. Tapi niatnya untuk menelpon diurungkannya kembali.Rolan kemudia menarik nafas panjang. Di bulatkan tekadnya untuk menelpon. Kalau nggak dia mungkin nggak bisa tidur.

“Hmm, hallo. Akhwa ya?”

“Iya, ini Kak Rolan ya?”

“Iya, eh udah baca surat dari kakak?”

“Surat yang dikasih tadi siang ya?”

“Sebelumnya Akhwa minta maaf.”

Deg! Perasaan Rolan nggak karuan mendengar kata “maaf”. Tapi lebih baik ditolak daripada nggak ngutarain perasaannya sama sekali.

“Iya, nggak apa-apa,” jawab Rolan lemah. Tapi mentalnya sudah dipersiapkan untuk hal terburuk. Sudah siap kalau nanti dia ditolak.

“Ngg … surat yang tadi siang belum sempet dibaca. Suratnya aku masukin saku, terus ikut kecuci. Maaf ya Kak.”

Gubraaakk!! Rolan bingung mau ngomong apa. Apa harus nyatain lewat telepon? Detik ini, menit ini dan jam ini juga? tanyanya dalam hati.

“Akhwa, kamu pasti tahu kan hari ini tanggal berapa.”

“Iya, hari ini tanggal 28 Oktober. Tadi pagi kan upacara memperingati hari Sumpah Pemuda.”

“Aku ingin hari ini juga menjadi sumpah cintaku padamu. Sumpah, aku cinta kamu.”

 

-END-

Giveaway Hop BBI 2014

BBIANNIV_gahop

Yeaaay, nggak kerasa, usia Blogger Buku Indonesia (BBI) sudah menginjak 3 tahun! Ibarat toddler, lagi bandel-bandelnya nih XD

Anyway, seperti tradisi di tahun-tahun sebelumnya, kali ini BBI (melalui divisi event yang super cihuy) kembali mengadakan Giveaway Hop yang diikuti oleh para member BBI (termasuk Books to Share) sebagai host yang menyelenggarakan giveaway secara serentak. Jadi, tunggu apa lagi? Ikutan yuk! Caranya gampang kok:

1. Giveaway ini terbuka untuk umum, selama peserta memiliki alamat kirim di Indonesia. Silakan isi Google Form di bagian akhir postingan ini sesuai dengan petunjuk yang tercantum di setiap pertanyaan.

2. Setiap peserta hanya boleh mengisi form SATU kali saja, peserta yang mengisi lebih dari satu kali akan didiskualifikasi.

3. Giveaway dibuka dari tanggal 14 Maret 2014 s/d 11 April 2014 pk. 23.59 WIB. Pengumuman pemenang tanggal 13 April 2014 pk 09.00 WIB.

4. Pemenang akan dipilih dengan menggunakan random.org, sesuai dengan urutan input form.

5…

View original post 277 more words